Hujan di Musim Durian

Tulisan ini saya tuliskan dengan sengaja karena sudah lama saya tidak menulis di web-blog berdomain wordpress ini. Mungkin kata-katanya akan banyak yang terbaca dengan bahasa yang terlalu santai. Ya memang begitulah tulisan ini dibuat, saya ingin memulai kembali kebiasaan menulis setelah hampir satu tahun ke belakang hampir menghilang. Selama ini, saya seringnya menuliskan ide dan uneg uneg saya melalui jejaring sosial media seperti facebook, twitter atau instagram.

54d347d4f2a9eeee1e419d49Ngomong-ngomong soal hujan, Hujan merupakan karunia yang terindah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena dengan hujan, tanah yang kering menjadi basah dan kembali subur sehingga tanaman dan pepohonan bisa tumbuh atas seizin-Nya. Oleh karena itu, bagi seorang muslim ketika menjumpai hujan disunnahkan membaca do’a “Allahumma shayyiban nafi’an” yang artinya Ya Allah, semoga hujan ini bermanfaat. Baca lebih lanjut

Sayyidul Istighfar

Keutamaan Membaca Sayyidul Istighfar  – Istighfar yang paling sempurna adalah penghulu istighfar (sayyidul istighfar) sebagaimana yang terdapat dalam shahih Al Bukhari dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,“Penghulu istighfar adalah apabila engkau mengucapkan,

ALLAHUMMA ANTA RABBI LAA ILAAHA ILLA ANTA KHALAQTANI WA ANA ‘ABDUKA WA ANA ‘ALA ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTATHA’TU A’UUDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHANA’TU. ABUU`U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA WA ABUU`U  BIDZANBI FAGHFIRLI. FA INNAHU LAA YAGHFIRU ADZ-DZUNUUBA ILLA ANTA

Artinya : Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau].” (HR. Bukhari no. 6306)

Fadilah Atau Keutamaan Membaca Sayyidul Istighfar

Barangsiapa mengucapkannya disiang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum sore hari, maka dia termasuk penduduk surga dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum shubuh maka ia termasuk penduduk surga.”
(HR. Al-Bukhari – Fathul Baari 11/97)

** HADITS-HADITS KEUTAMAAN ISTIGHFAR **. ‌

“Berbahagialah bagi orang yang mendapati dalam catatan amalnya istighfar yang banyak”
(HR. Al Baihaqi, Imam Ahmad dalm Az Zuhd . Lihat Shahih Al Jami’ no. hadits 3930). ‌

“Wahai sekalian wanita ! bershadaqahlah kalian dan perbanyaklah istighfar karena aku telah melihat kalian adalah mayoritas penduduk neraka. Sesungguhnya kalian banyak melaknat dan mengkufuri suami. Tidaklah aku dapati yang kurang aqalnya dan agamanya mampu mengalahkan yang mempunyai akal daripada kalian. Adapun kurang aqal : maka persaksian dua wanita sebanding persaksian satu laki-laki maka yang demikian adalah kurangnya aqal. Dan dia tinggal menjalani beberapa malam tanpa sholat dan dia berbuka (tidak puasa) di bulan ramadhan maka ini adalah kurangnya agama.”
(HR. Muslim, Ahmad, Tirmidzi )

“Sesungguhnya ada seseorang yang diangkat derajatnya disurga, maka iapun berkata : Bagaimana ini bisa untukku? Maka dikatakan : disebabkan anakmu beristighfar (memohonkan ampun) untukmu.
(HR. Ahmad, Al Baihaqi)

Dari pembahsan di atas tentang fadilah atau keutamaan membaca sayyidul istighfar Salah satu bacaan istighfar yang merupakan abahnya istighfar atau the king of istighfar adalah Sayyidul Istighfar. Dari namanya sudah jelas, bahwa istighfar ini merupakan bacaan istighfar yang seharusnya menjadi nomor urut pertama apabila kita ingin membiasakan membacanya, artinya jangan sampai bacaan sayyidul istighfar ini ditinggalkan, sementara bacaan istighfar yang lainnya selalu dibaca, walaupun memang tidak ada aturan kita harus selalu membaca istighfar tertentu. Namun, seandainya kita urutkan dari berbagai macam bacaan istighfar yang ada, maka bacaan sayyidul istighfar ini menduduki rangking pertama dilihat dari segi redaksional maupun kelengkapan arti. Semoga Bermanfaat.

Video : Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar) oleh UNIC

Artikel diambil dari : http://www.duniaislam.org/12/11/2014/fadilah-dan-keutamaan-membaca-sayyidul-istighfar/

Surat Terbuka untuk Gus Nuril terkait Diskusi Titik Temu antara Sunni dan Syiah

Surat Terbuka untuk Gus Nuril terkait Diskusi Titik Temu antara Sunni dan Syiah yang diadakan di IAIN Purwokerto

Oleh Akhmad Khoyrun Najakh* (Warga Nahdliyin yang masih belajar tentang Islam)

Assalamu ‘alaikum warrahmatullah wabarakatuh

Alhamdulillahirrabbil’alamiin… Segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan dan mengatur alam semesta ini. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah limpah kepada suri tauladan kita Rasulullah SAW beserta para keluarga dan para sahabatnya hingga yaumil akhir nanti. Aamiiin.

Surat terbuka ini saya sampaikan khususnya kepada Gus Nuril dan Muhsin Labib sebagai himbauan untuk kembali ke jalan kebenaran Islam yang berlandaskan al-Qur’an dan as-Sunnah. Surat ini juga saya sampaikan kepada teman-teman pada umumnya untuk memberikan pemahaman terkait kerancuan pemikiran Gus Nuril yang menganut paham Pluralisme dan kesesatan Syiah saat ini yang jelas-jelas ada di sekitar kita. Surat ini dituliskan berangkat dari sebuah kegelisahan melihat kondisi keterpurukan umat Islam dan bangsa ini. Keterpurukan yang dikarenakan adanya permasalahan multidimensi mulai dari masalah moral hingga masalah perekonomian. Permasalahan multidimensi ini diakibatkan lepasnya agama Islam dari para penganutnya. Propaganda-proganda eksternal (barat-kristen-yahudi) dan faktor internal (perpecahan umat Islam) adalah hal-hal yang menjadikan umat Islam ini semakin ‘kering’ dari ‘sejuknya’ ajaran agama Islam.

Gus Nuril dan Pluralisme Agama

Gus Nuril, merupakan Kiyai yang berasal dari Gresik, Jawa Timur. Awal kemunculan Kiyai yang bernama lengkap DR. KH Nuril Arifin Husein, MBA ini yaitu pada saat KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur) lengser dari jabatan presiden Republik Indonesia. Gus Nuril sendiri kemudian dikenal sebagai Panglima Pasukan Berani Mati.

Dalam perkembangannya, Gus Nuril ini kemudian dikenal sebagai Kiyai yang aktif mengisi ceramah pada acara-acara yang diadakan oleh beberapa gereja di Jawa Tengah yang konon katanya ceramah yang disampaikan ini hanyalah pada saat perayaan natal saja (setiap tanggal 25 Desember).

Ada yang ingin saya pertanyakan tentang kegiatan ceramah yang dilakukan Gus Nuril didalam gereja-gereja ini. Jika selama ini Gus Nuril sering mengadakan ceramah di gereja-gereja, Sudah berapakah panganut Kristen yang kemudian masuk ke dalam agama Islam? Kemudian terkait kerancuan cara pandang Gus Nuril terkait Islam. Seringkali Gus Nuril ini menyampaikan bahwa Islam adalah agama yang Rahmatan lil ‘alamin, akan tetapi mengapa Gus Nuril menyampaikan ceramah-ceramahnya di dalam upacara keagamaan umat beragama lain? Padahal untuk menyampaikan bahwa Islam adalah agama yang Rahmatan lil ‘alamin tidak perlu dengan ceramah di gereja-gereja.

Dalam QS. Al-Kafirun disebutkan bahwa Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” Dalam surat ini, Rasulullah Muhammad SAW berbicara dengan kaum kafir Quraisy. Kaum kafir Quraisy menawarkan segala bentuk kekayaan dan jabatan kepada Rasulullah SAW dan juga kaum kafir Quraisy ini mengatakan akan masuk Islam dengan syarat Rasulullah SAW menganut agama kafir Quraisy satu tahun terlebih dahulu. Disini jelas bahwa kaum kafir Quraisy mempunyai kepentingan untuk menjerumuskan Rasulullah SAW kedalam ajaran kafir Quraisy dan kemudian Rasulullah SAW pun menolaknya bersamaan dengan turunnya QS. Al-Kafirun ini.

Kemudian, Apa motif Gus Nuril menjelek-jelekkan Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir? Padahal Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir ini termasuk kepada Ahlus Sunnah. Apakah Gus Nuril ini berniat untuk memecah belah umat Islam? Apa yang dilakukan Gus Nuril ini pantas saja mendapatkan penolakan dari umat Islam yang hadir dalam acara Maulid Rasul di Masjid Jatinegara Jakarta Timur beberapa waktu yang lalu.

Apa yang dilakukan oleh Gus Nuril ini kemudian kita kenal dengan Pluralisme agama. Mencampur adukkan ritual agama-agama dan menganggap semua agama adalah sama. Padahal jelas, setiap agama mempunyai ciri khas masing-masing dan tidak bisa dicampuradukkan. Pluralisme Agama tidak diperbolehkan dalam Islam. Banyak sekali ayat al-Qur’an yang menyampaikan tentang pelarangan Pluralisme Agama ini. Bahkan pada Tahun 2005, MUI (Majelis Ulama Indonesia) telah mengeluarkan fatwa tentang haramnya paham Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme (No.7/ Munas VII/MUI/11/2005) yang mencampuradukkan aqidah dan ibadah umat Islam dengan aqidah dan ibadah umat agama lain.

Perbincangan dengan Syiah di Purwokerto

Sore itu, saya diajak berdiskusi secara langsung oleh salah satu penganut Syiah di Purwokerto. Setelah lama berdebat di facebook, akhirnya permintaan tersebut saya setujui. Pertemuan kami terjadi pada bulan Desember tahun 2013 di Sekretariat KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Daerah Purwokerto yang saat itu masih di Jalan Brigjen Encung Purwokerto yang tak jauh dari kampus STAIN Purwokerto (sekarang IAIN Purwokerto).

Ketika waktu menunjukkan pukul 16.30 wib. Abe (nama salah seorang penganut Syiah di Purwokerto) beserta kedua temannya masuk ke dalam ruang tamu Sekretariat KAMMI Daerah Purwokerto. Saya bersama teman saya Anas pun menyambut mereka dengan senyum dan sapa. Dalam pertemuan tersebut, saya tidak ingin memperdebatkan perbedaan antara Islam (Sunni) dengan Syiah. Karena sudah terlalu banyak literasi dan argumentasi yang beredar melalui buku-buku dan artikel-artikel di dunia maya. Yang saya ingin dengarkan adalah ‘pengakuan’ mereka (syiah) mengenai perbedaan yang mereka yakini sebagai sebuah jalan kebenaran yang mereka anut.

Diskusi pun di mulai, Mereka membuka dengan memperkenalkan diri mereka, kegiatan dan tempat tinggal mereka. Bahkan mereka juga menyebutkan masjid mereka yang hanya diperuntukkan penganut Syiah saja. Masjid tersebut terletak di sebelah utara kelurahan grendeng dan mereka juga menyebutkan bahwa mereka mempunyai forum diskusi yang digunakan untuk membahas permasalahan umat saat ini seperti masalah palestina. Seingat saya, mereka ini berafiliasi dengan ABI (Ahlul Bait Indonesia) salah satu organisasi syiah yang terdapat di Purwokerto

Kemudian mereka menjelaskan tentang perbedaan Rukun Islam dan Rukun Iman versi Sunni dengan Syiah. Dalam penjelasan mereka, mereka menggunakan kata ‘Sunni’ dan ‘Syiah’ dikarenakan mereka masih beranggapan kalau Syiah adalah bagian dari Islam. Rukun Islam versi syiah adalah Shalat, Shaum, Zakat, Haji dan Wilayah sedangkan rukun Iman versi Syiah adalah Tauhid, Nubuwah, Imamah, Ma’ad dan Ad’l. Mereka masih saja mengklaim bahwa Syiah masih bagian dari Islam. Padahal jelas dalam argumen mereka menjelaskan bahwa memang Rukun Islam dan Rukun Iman versi Islam (Sunni) dan syiah berbeda. Mereka beranggapan bahwa perbedaan tersebut bukanlah perbedaan dalam hal yang mendasar akan tetapi hanya dalam hal cabang-cabang saja.

Diskusi pun berlanjut, mereka kemudian menjelaskan tentang kitab yang mereka pedomani seperti al-Kaafi. Saya sempat bertanya tentang Al-Qur’an kepada mereka, akan tetapi jawaban mereka tidak pasti bahkan meragukan keaslian al-Qur’an saat ini dengan alasan adanya mushaf yang terbakar atau mushaf yang termakan oleh kambing. Dalam diskusi tersebut, mereka juga mengulang pernyataan mereka tentang Risalah Amman yang didalamnya mengakui Syiah Zaidiyah dan Syiah Ja’fariyah masuk ke dalam golongan Islam Ahlus-Sunnah wal Jama’ah.

Waktu terus berlalu hingga tak terasa adzan maghrib pun berkumandang. Saya dan Anas pun kemudian mengajak Abe dan teman-temannya untuk sholat maghrib berjamaah di musholla belakang sekretariat KAMMI. Akan tetapi, hal yang benar-benar membuat saya kaget adalah ketika Abe dan teman-temannya menolak ajakan kami dan kemudian menjelaskan bahwa mereka akan melaksanakan sholat setelah masuk waktu Isya’. Saya bertanya “Apakah sholatnya diigabung?”. Abe menjawab “Tidak, saya memang melaksanakan sholat hanya tiga waktu yaitu pagi, siang dan malam”. Kemudian mereka bertiga pun pamit dan diskusi pun disudahi karena sudah masuk waktu maghrib.

Dari diskusi tersebut, saya bisa menyaksikan langsung pengakuan kesesatan ajaran Syiah dari penganutnya langsung. Belakangan diketahui, kalau Abe ini masih berinteraksi dengan beberapa kader HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Fisipol Unsoed. Saya hanya bisa mencurigai bahwa Syiah di Purwokerto saat ini sedang melakukan pengkaderan di kalangan mahasiswa dengan mewacanakan keberhasilan Khomeini dalam menjalankan Revolusi Iran yang mereka klaim sebagai Revolusi Islam. Saya pun hanya bisa mengingatkan untuk mewaspadai tipu muslihat dari penganut Syiah yang sesat ini.

Bicara tentang titik temu antara Islam (Sunni) dengan Syiah sampai kapanpun akan sangat sulit diwujudkan karena Syiah selalu ingin mendominasi Islam (Sunni) yang sampai akhir zaman pun jumlah penganut Islam (Sunni) akan tetap menjadi mayoritas. Titik temu akan terjadi ketika penganut Syiah menyadari dan mengakui kesalahan-kesalahan mereka serta mau kembali menganut Islam sebagai ajaran yang sempurna dan menyeluruh. Dalam artian, penganut Syiah harus bertobat kepada Allah SWT atas kesesatan dan kesyirikan yang telah dilakukan serta tidak mengulanginya lagi.

Allahu a’lam bishawab.

*Penulis juga aktif dalam kegiatan #IndonesiaTanpaJIL chapter Purwokerto

Pemimpin untuk Bangsa yang Terjajah

20131002-23457_2

Indonesia merupakan sebuah negara bangsa yang terletak di sebelah tenggara Asia yang sebagian wilayahnya masuk ke dalam gugusan benua Australia. Letaknya yang dilalui oleh garis khatulistiwa memberikan anugerah bagi negara bangsa ini yaitu menjadi negara yang beriklim tropis sehingga mengalami dua musim saja. Musim Hujan dan Musim Kemarau dimana perbedaan suhu di daerah ini tidak begitu signifikan sehingga Indonesia menjadi hunian yang nyaman bagi seluruh makhluk hidup di dalamnya khususnya warga negaranya.

Baca lebih lanjut

Islamophobia Indonesia

Islamophobia Indonesia

Oleh : Akhmad Khoyrun Najakh*

Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata-kata Phobia?Pasti angan kita akan tertuju dengan sebuah kata yang berarti penyakit ketakutan. Phobia ini banyak macamnya dan didominasi ketakutan pada sebuah benda. Akan tetapi, bagaimana ketika kita mendengar kata “Islamophobia”? Rasa takut terhadap Islam? Bagaimana bisa Islam sebagai agama yang menghadirkan rahmat bagi seluruh alam semesta ini ditakuti oleh sebagian orang di belahan bumi ini? Agama Islam yang mengatur segala tatanan kehidupan ini malah ditakuti bahkan dibenci oleh sebagian orang yang terjangkit virus “Islamophobia”ini? Dewasa ini, Barat –Yahudi, Nasrani serta musuh-musuh Islam lainnya– sangatsering mempropagandakan bahwa Islam adalah agama yang penuh dengan keburukan, kebencian, permusuhan, peperangan dan kata-kata yang paling populer saat iniyang sering kita dengar adalah Terorisme Islam. Baca lebih lanjut

Islam Ahlus-Sunnah dan 72 aliran lainnya

Rasulullah bersabda: “Wajib atas kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah khulafa ar-rasyidin yang berada di atas hidayah sesudahku. Berpegang teguhlah dengan sunnah tersebut dan gigitlah ia dengan gigi geraham. Dan jauhilah perkara-perkara yg baru (dalam urusan agama), kerana setiap perkara baru adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan.”[Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, ad-Darimi, Ibnu Hibban dan yang lainnya, dan hadits ini sahih)

“Aku tinggalkan pada kamu dua perkara, sekiranya kamu berpegang teguh dengan kedua-duanya, maka kamu tidak akan sesat untuk selama-lamanya iaitu: Kitabullah dan Sunnahku”.
[HR Imam Ahmad dan Ibnu Majah]

“Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (QS. Thaha: 43-44)

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata: Bersabda Rasulullah Salawatu Alai Wasalam, “Islam mula tersebar dalam keadaan dagang (asing). Dan ia akan kembali asing pula. Maka beruntunglah orang orang yang asing”.
(H.R. Muslim)

Di riwayatkan daripada Abdullah bin Amru bin Al-`As katanya: Aku mendengar rasulullah s.a.w bersabda: “ Allah telah menulis takdir-takdir seluruh makhluk sebelum diciptakan langit dan bumi selama 50 ribu tahun dan sabdanya dan `Arashnya berada di atas air”. (Hadis Riwayat Muslim.)

“Akan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang muda-muda umurnya, pendek akalnya. Mereka mengatakan sebaik-baik ucapan manusia. Mereka membaca al-Qur’an (tapi) tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka meleset (keluar) dari (batas-batas) agama ini seperti melesetnya anak panah dari (tubuh haiwan) buruannya. Maka jika kalian mendapati mereka (khawarij), perangilah mereka! Kerana sesungguhnya orang-orang yang memerangi mereka akan mendapat pahala di sisi Allah pada hari kiamat’.
(Muttafaqun alaihi, al-Bukhari, no. 3611, 6930 dan Muslim, no. 1066)

SIKAP IMAM ASY-SYAFI’E TERHADAP SYI’AH

Dari Yunus bin Abdila’la, beliau berkata: Saya telah mendengar asy-Syafi’i, apabila disebut nama Syi’ah Rafidhah, maka ia mencelanya dengan sangat keras, dan berkata: “Kelompok terjelek! (terhodoh)”. (al-Manaqib, karya al-Baihaqiy, 1/468. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 2/486)

“Saya belum melihat seorang pun yang paling banyak bersaksi/bersumpah palsu (berdusta) dari Syi’ah Rafidhah.” (Adabus Syafi’i, m/s. 187, al-Manaqib karya al-Baihaqiy, 1/468 dan Sunan al-Kubra, 10/208. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 2/486)

“asy-Syafi’i berkata tentang seorang Syi’ah Rafidhah yang ikut berperang: “Tidak diberi sedikit pun dari harta rampasan perang, kerana Allah menyampaikan ayat fa’i (harta rampasan perang), kemudian menyatakan: Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami”. (Surah al-Hasyr, 59: 10) maka barang siapa yang tidak menyatakan demikian, tentunya tidak berhak (mendapatkan bahagian fa’i).” (at-Thabaqat, 2/117. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 2/487)

Firman Allah Azza wa Jalla:

Maksudnya: “dan Dia lah yang menjadikan langit dan bumi dalam enam masa, sedang “ArasyNya, berada di atas air (ia menjadikan semuanya itu untuk menguji kamu: siapakah di antara kamu Yang lebih baik amalnya. dan Demi sesungguhnya! jika engkau (Wahai Muhammad) berkata: “Bahawa kamu akan dibangkitkan hidup kembali sesudah mati” tentulah orang-orang yang ingkar akan berkata: “Ini tidak lain, hanyalah seperti sihir yang nyata (tipuannya)”.

(Surah Hud: 7)

Fatwa Syeikh Abdul Aziz a-Rajihi Hafizahullah (ulama muktabar Arab Saudi): “demonstrasi ini bukan amalan kaum muslimin, ini adalah perkara yng dibawa masuk (dari luar) tidak dikenali kecuali daripada negara2 barat yg kafir…” [al-Fatawa al-Syar’iyyah fil Qadaya al-Mu’asarah, m.s 181]

“Sederhana dalam sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh dalam bid’ah.” [HR. ad-Darimi (223), al-Lalika’i (1/55, 88) dan yang selainnya. Atsar ini sahih.]

Ucapan Rasulullah Salallahu ‘alaihi wassalam kepada Fathimah:

“Aku adalah sebaik-baik salaf (pendahulu) bagimu.” (HR. Muslim)

قَالَ اْلاِمَامُ الشَّافِعِيُّ : كُلُّ مَا قُلْتُ وَكَانَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خِلاَفُ قَوْلِيْ مِمَّا يَصِح ، فَحَدِيْثُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَوْلَى وَلاَ تُقَلِّدُوْنِيْ.

“Berkata Imam Syafie: Setiap apa yang telah aku katakan dan ada perkataanku itu yang bertentangan dengan (hadis) yang sahih, maka hadis Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah lebih diutamakan dan janganlah kamu sekalian bertaqlid denganku”.
Lihat: اعلام الموقعين (17). Ibn Qaiyim al-Jauzi.

Firman Allah tentang Khilafiyyah Mafhumnya:

“sebenarnya orang-orang yang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah di antara dua saudara kamu (yang bertelingkah) itu; dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beroleh ramat.”
[Surah al-Hujurat, ayat kesepuluh]

“Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kami kepada Rasulullah dan kepada ulu al-amr (orang-orang yang berkuasa) dari kalangan kamu. Kemudian, jika kamu berbantah-bantah (berselisihan) dalam sesuatu perkara, maka hendaklah kamu mengembalikannya kepada (kitab) Allah (al-Quran) dan (sunnah) rasul-Nya; jika kamu benar beriman kepada Allah dan hari akhirat. Yang demikian adalah lebih baik (bagi kamu), dan lebih elok kesudahannya.”
[Surah al-Nisa’, ayat ke-59]

*Terjemahan menurut Tafsir Pimpinan al-Rahman.

Wasiat Rasulullah SAW tentang Khilafiyyah
‘Irbadh bin Sariyah RA berkata: Rasulullah shallahu’alaihiwasallam pernah memberi peringatan kepada kami yang membuatkan hati kami bergegar dan air mata kami bercucuran lalu kami pun berkata “wahai Rasulullah, seolah-olah ini adalah peringatan perpisahan, maka, berikanlah kami wasiat!”
Sabda baginda shallahu’alaihiwasallam (mafhumnya): aku mewasiatkan kepada kalian supaya bertakwa kepada Allah; serta dengar dan patuh (kepada pemimpin) walaupun yang memimpin itu adalah seorang hamba; kerana sesiapa yang masih hidup (lama) selepas ini, ia pasti akan melihat perselisihan (khilafiyyah) yang banyak. Oleh sebab itu, hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah al-khulafa’ al-rasyidin al-mahdiyyin. Gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham kalian…

[Diriwayatkan oleh Abu Dawud, al-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, al-Hakim, dan Ibnu Hibban. Disahihkan oleh al-Tirmidzi, al-Hakim; dipersetujui oleh al-Dzahabi, dan Ibnu Hibban]

Rasulullah s.a.w. Bsabda: yg bmaksud, akan berpecah umat ku kepada 73 kelompok .kesemuanya di dalam neraka kecuali satu. Para sahabat btanya

“siapakah yang satu itu wahai Rasulullah?”
Nabi mjawab “yang satu itu adalah orang yang berpeng (ber’aqidah) sebagai peganganku dan pegangan para sahabatku”. (Hadis riwayat Thabarani)

Dalam kitab sadah al-muttaqin oleh iman al-zabidi(syarh Ihya’Ulum al-Din karangan iman al-Ghazali).

“Apabila disebutkan golongan Ahl al-sunnah Wa Al-jama’ah,maka maksudnya ialah orang-orang yang mengikut rumusan faham al-Asy’ari dan faham Abu mansur al-maturidi”

Perpecahan umat islam setelah wafatanya Nabi s.a.w. adalah satu fakta sejarah yang tidak dapat di hindarkan.paham2 seperti syi’ah, khawarij,mu’tazilah,Qadariyyah,Jabariyyah,Mujassimah,Baha’iyyah,Ahmadiyyah,Wahhabiyyah dan lain-lain adalah di antara paham2 yang disebut dalam kitab-kitab usuluddin.Umat islam yang berlatarbelakangkan agama pastinya tidak heran dengan fenomena ini.krana Nabi s.a.w telah menjelaskan kpd kita,
umat Muhammad s.a.w. Akan berpecah kepada firqah-firqah,dan pada hari ini kita dapat kita rasakan gerakanya .
Tersebut dalam kitab ‘Bughyah Mustarsyidin’ karangan Mufti syaikh sayyid ‘Abdulrrahman bin Muhammad bin Husin bin ‘Umar yang dimasyhurkan sebagai Ba’alawi, menyatakan firqah-firqah yang sesat itu yang berpokok pada tujuh firqah. Mereka ialah :

1- SYI’AH
yang terpecah kepada 22 aliran. Kaum yang memuja saidina ‘Ali secara berlebih-lebihan sehingga mengkafirkan sebahagian para sahabat Nabi s.a.w.

2-KHAWARIJ
terpecah kepada 20 aliran. Kaum yang berlebih-lebihan membenci saidina ‘Ali karamallah wajhah (kw) ada diantaranya mengkafirkan saidina ‘Ali karamallah wajhah.

3-MU’TAZILAH
i terpecah menjadi menjadi 20 (dua puluh) aliran
mpunyai paham bahwa segala perbuatan manusia merupakan hasil karya ciptaan manusia sendiri, tidak ada intervensi takdir. Mereka juga mengatakan bahwa di surga kelak, orang-orang mukmin tidak bisa melihat Dzat Allah. Mereka juga menyatakan bahwa Allah wajib memberi pahala kepada orang-orang yang taat dan menyiksa orang-orang durhaka. Kelompok Mu’tazilah yang dipelopori oleh Washil bin Atha’ .

4-MURJI’AH

terpecah mnjdi 5 aliran. Kaum yang berpaham seseorang yang membuat maksiat tidak menjadi masalah setelah mereka beriman. Sementara orang kafir pula apapun kebaikannya tidak memberi manfaat.

5- NAJARIYYAH

Aliran ini memiliki kesamaan pendapat dengan Ahlussunnah bahwa perbuatan makluk adalah ciptaan Allah; tp mmpunyai paham serupa dengan Mu’tazilah dalam hal peniadaan sifat-sifat Allah dan tidak qadîm-nya Kalam Allah. Najjariyah terbagi menjadi 3 aliran.

6-.KAUM JABARIYYAH.

Aliran ini menyatakan bahwa makhluk sepenuhnya dipaksa oleh takdir dan tidak memiliki ikhtiyâr (kehendak atau kekuatan untuk berbuat). Semua yang dilakukan oleh hamba adalah perbuatan Allah semata. Makhluk tak ubahnya robot yang hanya bisa bergerak sejalan dengan tombol perintah, atau batu yang menggelinding dari ketinggian gunung.

7-MUSYABBIHAH.
Kaum yang menyerupa dan menjisimkan(menjasadkan) Tuhan dengan makhluk seperti bertangan,berkaki,duduk di atas kursi dan lain-lain.

1.Ahl al-sunnah wal jama’ah => 1 aliran.
2.syi’ah => 22 aliran.
3.khawarij => 20 aliran.
4.mu’tazilah => 20 aliran.
5.murji’ah => 5 aliran.
6.najariyyah => 3 aliran.
7.jabariyyah => 1 aliran.
8.musyabbihah => 1 aliran.

JUMLAH =>73 aliran.

Paham Ahl al-sunnah wa al-jama’ah menyempurnakan kepada 73 firqah (kelompok).kaum qadariyyah termasuk dalam kaum mu’tazilah.kaum baha’iyyah dan kaum Ahmadiyyah (Qadyani) termasuk dalam golongan syi’ah. Sementara kaum ibn Taymiyyah dalam golongan kaum musyabbihah.kaum wahhabiyyah pelaksana paham ibn Taymiyyah.ibn Qayyim dan Abd al-hadi..

Wallahu’alam bishawab.

Diambil dari sebuah akun facebook bernama “Pena Minang”

Baca lebih lanjut